Rabu, 05 November 2008

migrasi..migrasi..migrasi

pradjna kelana and team dengan senang hati melakukan migrasi atau berkelana ke pradjnakelana.wordpress.com jadi para kelana yang ingin mengaksess pradjna kelana silahkah mengklik http://pradjnakelana.wordpress.com

terimakasih atas kunjungannya

Kamis, 30 Oktober 2008

senja disudut kota

senja itu, manakala matahari terasa bergegas ke peraduannya. seorang ibu muda tengah pulang dari kerjanya yang memeras keringat dan jiwanya. dipelupuk matanya hanya terbayang senyum anak semata wayangnya yang baru 12 bulan yang sedang menunggu dirumahnya, kelucuannya seakan memasuh jiwanya yang letih. tapi di sudut kota itu, manakala senja tengah memainkan kuasanya atas semesta. pandangan sang ibu tersandung oleh pemandangan yang mengiris hati dan jiwa keibuannya. di sudut kota itu matanya melihat seorang ibu paruh baya tengah meneteki anaknya. wajahnya ibu paruh baya itu kelihatan lusuh, nampak jelas kehidupan telah mencampakkannya ke lembah penderitaan, laksana angin mencampakkan debu-debu keangkasa. pandanganya sayu seakan-akan tak ada bagian dunia yang tersisa untuknya. sementara sang anak, nampak kurus sampe-sampe rusuk-rusuknya nampak jelas , ingus menetes dari hidungnya dan airmatanya nampak kering. rupanya sang anak itu tetap menetek puting sang ibu yang tak lagi mengeluarkan susu. sang ibu muda hanya terpaku melihat kejadian itu, dunia seperti berhenti sesaat, dalam hati dia bertanya "oh sang jiwa paruh baya kenapa engkau begitu menderita, mana keadilan tuhan, kenapa dia mencampakkanmu seperti ini, apakah engkau telah menghina-NYa atau engkau telah mengkhianatinya?" tapi jiwanya yang lain segera berteriak lantang" ah tidakkah kau tau, ibu itu sedang memerankan drama kehidupan yang lain, hari ini dia kelihatan seperti pengemis tapi setelah mendapat uang mu dia segera akan menjadi kaya"sambil menahan jiwanya yang tergoncang melihat pemandangan itu,sang ibu muda melangkah mendekati sang ibu tua" ibu apakah ibu sudah makan? maukah ibu saya belikan makan?. sang ibu paruh baya itu hanya terdiam, tapi pandangan seakan-akan hendak berkata" nak aku sudah tidak makan berhari-hari sampe-sampe rasa lapar menahan lidahku" sang ibu muda segera bergegas mencari warung nasi dan beberapa saat kemudian tanganya telah menenteng dua bungkus nasi" ibu makanlah, nasi ini akan bisa menghangatkan jiwa ibu dan sikecil itu? dalam sekejap dua bungkus nasi itu sudah habis, seketika jiwa sang ibu paruh baya terobati oleh keharuan. oh ternyata masih ada didunia ini yang begitu baik. sang ibu muda hanya tersenyum dan berkata" ibu semua ini karena saya juga punya anak seperti ibu"

irama kehidupan

Kawan, manakala aku terbaring di bale bambu di sebuah pematang, sembari melukis perjalanan hidupku di awan, kusadari hidup kini telah menelantarkan aku di belantara kesunyian, tiada angin, suara, hanya bisikan dari hati. Tetapi justru dalam kesunyian inilah kawan, aku baru menyadari suara hati begitu indah, begitu damai.

Aku tertidur diiringi irama indah dari seruling sangkakala. Dalam tidurku aku hanya melihat kegelapan di sana sini, aku begitu takut, tetapi kemudian sebuah cahaya kecil datang mendekatiku, cahaya itu begitu indah, cahaya itu ternyata datang dari mata seorang peri kecil yang begitu lucu, dia mendekati ku dengan senyumnya, dia lambaikan tanganya mengajakku bermain seakan dia mengingatkan aku bahwa kehidupan begitu ceria, aku sejenak lupa akan diriku, aku bermain, bercanda dan tertawa. Tapi tiba-tiba badai datang, gemuruhnya begitu mengegelegar, suara petir sahut menyahut, mega-mega berarak, anak bajang berlompatan menyiramkan air bah dari langit.

Kawan, aku terbelenggu dalam jiwa ku yang kerdil, kucoba gapai matahari, kucoba campakan bulan ke peraduan sang ibu tapi yang kucapai hanya hampa dan disana peri kecilku mempermainkan pelangi-pelangi yang keluar dari matanya yang indah..oh..kawan kadang aku merasa hidup begitu kejam, aku terasa buta dalam keindahannya, aku terasa sunyi dalam semarak kidung cinta yang dilantunkannya

Aku mencoba untuk bangkit, dalam sempoyongan peri kecilku merankulku dalam cinta, aku sedikit tegar ketika ku rasakan di hatinya hanya ada kasih..kasih dan kasih.

Rabu, 22 Oktober 2008

ketika semesta bukanlah batas

Salam....salam

wahai para sahabat, para kelana.
aku bersyukur laksana burung yang lepas dari sangkar, laksana hati yang dihiasi cinta karena akhirnya engkau datang mengunjungi temanmu ini. Disini kita bisa lagi bercerita, bercanda. Entah sudah berapa lama kita tidak pernah melakukannya lagi tapi kunjunganmu pertama kali ke blog ini merupakan pertanda bahwa kini semesta tak bisa lagi membatasi kita. Kini dimana pun engkau berada disudut semesta ini kita akan tetap bisa menyapa, bercerita, atau berbagi pengalaman setelah pengembaraan kita yang begitu lama dalam kehidupan ini.

sekali lagi aku ucapkan selamat datang di blog ini. Blog ini akan berisi inspirasi-inspirasi, cerita-cerita, syair atau apapun yang saya anggap menyentuh atau nyeleneh.

Posting